![]() |
| Charcoal di atas HVS |
Aku hampir menyelesaikanmu semalam, lama sebelum mataku tenggelam dalam gelap. Pagi ini saat mataku bertemu terang sejenak kupandangi engkau yang berdiri miring di atas bangku plastik berwarna hijau, sedikit sapuan halus dari ujung jari tuk mengakhiri. Sejak memulaimu, dikepalaku, waktu di jam digital bergerak dari angka delapan berganti sembilan sementara pikiranku mundur ke belakang, aku mengingat lelaki tua dan putrinya pada suatu sore, saat hujan, saat pintu tempat aku biasa menghabiskan senja terbuka berderit, dan sepasang sepatu merah berhak tinggi membuat lantai bergeletuk dingin.
....................................................................................................................................................
Malam pukul sepuluh, hujan tinggal menyisakan rintiknya, dari jendela kaca yang berembun perempuan muda itu mengabur samar. Dan lelaki tua itu masih terduduk, sunyi, kelam seperti benteng tanpa prajurit.


0 komentar:
Posting Komentar