Jumat, 13 September 2013

januari 2013... bersama tanggal yang tak ku ingat pasti

Hari ini ibuku pulang. Beberapa hari lalu, malam hampir setengah, aku tertidur disampingnya. Kepalaku yang berdenyut sakit meng-knockout-ku, aku tak mampu lagi berdiri, sempoyongan lalu terhempas di tempat tidur seperti Tyson yang mencium kanvas setelah di hajar sang Douglas. Ibuku hanya duduk meski terus memperhatikanku, tak seperti kanak-kanak dulu, kini aku sosok yang telah tumbuh. Sejak puluhan tahun lalu, anak lelakinya ini masih saja terus berlari dari maut. 

Ketika terhempas jatuh, kata-katanya terngiang kembali ,"kamu sudah makan obat." Aku menjawab singkat, "tidak". Kulihat wajahnya mengalah oleh jawabku. Beberapa tahun ini kucoba untuk menahan diri tak bersentuhan dengan pengobatan kimia. Termasuk kekuatiranku dari ibuku. Aku rasa ia paham, bertahun-tahun obat-obatan tersebut mengkerdilkanku. Aku sendiri lelah, napasku memendek dan kembali bayangan tentang  pil-pil pahit yang ku buang keluar lewat jendela kamar hadir diingatanku. 

Hampir tengah malam aku terjaga, kulihat ibu disampingku, ia adalah ibuku yang dulu, sekarang dan kemudian. Ia masih terjaga penuh kasih, masih dengan kekuatiran yang sekarang berusaha disembunyikannya. Sementara aku anaknya, masih saja terus dalam pelarian menjalani takdirnya. Kalau saja doa-doanya tak menjagaku, aku yakin aku tak akan sejauh ini. Maafkan anakmu ibu, "malam ini masih harus kupenuhi hak-hak orang yang kutemui dalam perjalananku," kataku ketika pamit. 

      

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates