![]() |
| 12 april 2012, lewat tengah malam |
Dalam batok kepalaku suara-suara tak henti memanggil, tentang pohon-pohon sekarat dengan daun-daun yang kusam. Nasib mereka dilemahkan lewat kertas-kertas dan sabda pandita ratu. Aku teringat rumah ibu bertembok gunung-gunung yang tak tinggi, didepannya sungai batu mengalir ke laut. Tak lama lagi semuanya hanya nostalgia. Habis jadi pajangan di negeri-negeri jauh. Kami tak bisa hanya menunggu sementara perut sang raja tak henti membuncit.


0 komentar:
Posting Komentar