Kamis, 07 Juli 2011

Obituary on The Garden

Masih seperti kemarin-kemarin, bertahun-tahun lalu saat aku mengantarmu di tempat ini, tamanmu bersunyi diri, bau kamboja-kamboja putih membanjiri udara, deras menusuk hidung, meluap dalam batok kepalaku. Engkau masih terbaring, setia, tegar dan tenang seperti gunung. Aku ingin menyapamu tapi engkau akan selalu diam, meski aku tahu engkau pasti menungguku. Tak banyak yang kubawakan untukmu, masih seperti ketika aku mendatangimu terakhir kali, hanya kata-kata tak panjang, semoga cukup untuk menembus langit. Maaf aku tak membawakanmu bunga, toh kau tak membutuhkannya. Kurasa engkau dan aku kan bersepakat, meski engkau masih diam, tidak, engkau pasti sedang menyapaku hanya saja dua telingaku tak mampu mendengarnya, ah andai saja kubawa telinga-telinga yang lain.

Aku datang tanpa membawa kenangan, aku banyak ber-ulah sejak engkau menyepi hingga kenangan-kenangan itu tercecer entah dimana, entah di wastafel, kloset atau di pantai, atau habis terbakar oleh insomnia yang memanggang malam-malamku. Beruntung aku masih menyimpan peta ke arah tamanmu. Dan keberuntungan ganda, tamanmu tak hilang diamuk belukar seperti nasib taman-taman yang lain. Mungkin adikmu ataukah kekasihmu yang tak lagi pernah kudengar kabarnya terlalu setia menjagamu, sungguh engkau patut berbahagia, semoga itu mendinginkan sepimu.

Engkau mungkin kaget melihat tampilanku, tak banyak berubah, masih setia berbalut flanel, kotak-kotak, bergaris-garis, merah, hijau, putih dan biru. Kecuali satu hal tentunya, dikepalaku kini telah hidup rayap-rayap yang menggerogoti dinding-dinding ingatanku setiap saat dan hampir tak lagi ada yang tersisa tak sebanyak kata-kata untukmu yang kuharap bisa menembus langit. Jangan kau kuatirkan, kata-kata ini tak akan habis, taring-taring rayap itu tak cukup kuat mencabiknya. 

Tak banyak yang bisa kukatakan dengan sisa ingatan-ingatan yang tak lagi berpuing, aku hanya berharap semoga kata-kata ini menjadi hujan, mendinginkan tulang-tulangmu yang merah membara. Aku kan berusaha selalu menjengukmu, semoga saja peta ke arah tamanmu tak tersentuh rayap-rayap itu, berharaplah. Aku pamit, angin sudah membawa kabar sebentar lagi hujan akan datang.            

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates