Jumat, 08 Juli 2011

Mantra Hujan

Hari ini ku dengar katamu, langsung dari bibirmu, bukan dari orang ke dua, ke tiga atau pun dari kotak brengsek yang begitu malas kualiri listrik. Selalu kuhindari kata-kata miring tentangmu dari bibir-bibir yang juga miring, telingaku telah kubiasakan menjadi kotak sampah. 

Kita baru berjumpa lagi, sejak pertemuan terencana di malam panas sesak, saat tinjumu menantang langit yang tak juga menurunkan hujan. Ketika itu, aku masih seumur jagung, mataku buram pada orang-orang, ramai dan asing, berlalu tanpa ucapan selamat datang. Lalu kau menyapaku, mengajariku mantra pemanggil hujan, tak kusadari pagi datang membawamu pergi. 

Kini aku di jalan yang sama, berdiri persis seperti lakumu saat mengajariku mantra itu dan masih memandang dengan mata yang tak lagi mengabur. Angin bertiup dingin, tajam membelah malam, aku tahu engkau akan datang, dan tak lama hujan menyusul jatuh. Mantra telah terucap, aku mendengarmu merapalkannya.    

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates