Hari ini dan beberapa hari
sebelumnya kembali kutimbang keberadaanku bersama hidup ini. Saya tak
sedang berniat ataupun bermaksud untuk bersedih ala sinetron atau
film-film opera sabun. Saya tak juga bermaksud berbagi gelisah,
terkadang gelisah harus dismpan buat diri sendiri, terkadang gelisah
seperti virus yang menggerogoti hati. Banyak hal yang mungkin lepas dari
kendali saya, banyak hal dari laku saya yang tak saya tahu bisa
menggelinding seperti bola salju. Membesar dan menghancurkan apa yang
dilaluinya.
Terus
terang saya tak ingin menderita karena ini, terus terang saya tak ingin
membangun neraka dari laku saya. Guru-guru saya selalu mengajarkan
untuk banyak-banyak meminta maaf, saya tak ingin mengecewakan ajaran
mereka. Bagaimanapun mereka teladan saya, bagaimanapun mereka membantu
saya menuntun arah saya meniti jalan-jalan yang saya lalui, mereka
adalah kompas yang memandu saya mencapai tujuan.Guru-guru saya mengatakan fitrah manusia untuk bermasyarakat, makanya manusia tak pernah bisa untuk sendiri, makanya manusia selalu menderita atau terasing jika sendiri. Kesendirian adalah milik Tuhan. Manusia tak akan mampu merebut hak istimewa itu. Hidup bermasyarakat menjadi tantangan sekaligus berkah. Tantangan karena ia bisa membuat seorang individu tergelincir dengan menyakiti individu lainnya. Berkah, karena masyarakat adalah ruang untuk berbagi, ruang untuk meniru asma-asma Tuhan.
Agama mengajarkan kita akan kebajikan ini. Saya meyakini tak ada satu pun agama yang mengajarkan umatnya untuk menyakiti orang lain. Saya selalu meyakini kebahagiaan hadir dalam kesederhanaan. Saya juga meyakini kebahagiaan tak akan hadir ketika kita masih memandang diri kita lebih dibanding yang lain. Karena itu, dari kekerdilan, kebodohan dan keangkuhan saya, saya memohon maaf buat teman-teman pembaca blog ini dan semua teman yang pernah saya kenal atas semua perkataan atau tindakan yang menyakiti, sadar atau tidak saya sadari. Demikian halnya jika kehadiran saya selama ini menjadi beban dan hantu-hantu di kepala dan di hati teman-teman. Sekali lagi mohon maafkan saya. Semoga kemuliaan bersama teman-teman semua.

0 komentar:
Posting Komentar