Sabtu, 23 April 2011

The Dead of Farmers

Mari bersedu sedan untuk waktu yang lama, sebab tak kan kau temui lagi nyanyi-nyanyi di malam-malam ketika kau pulang. Tanah yang dulu kau tinggal telah hilang sejak sayap-sayap belalang gugur menemui ajal di rumput-rumput beracun. Nisan-nisan yang kau tulisi, dan kubur-kubur tanpa nama, karam dalam ingatan yang tertinggal, mengabur di usia senja. 

Tak akan kau temui lagi rumah-rumah yang meredup saat gelap, gunung-gunung hilang, tanah-tanah berubah warna, sungai-sungai mati, kerbau-kerbau berubah menjadi mesin, menggilas setiap tempat, sepanjang malam, sepanjang siang. Baunya menyengat, tajam menyusup di lubang-lubang hidung, membelah batok-batok kepala.   

Anak-anakmu tanpa nama, tak mengakar, hanya kulit saja yang masih tertinggal, langkahnya jauh darimu, cepat meninggalkanmu, melampauimu dan tak pernah lagi dapat mengenalimu. Jangan pernah kau tanya tentang warisanmu, besi-besi tua itu habis ditelan karat, tak ada lagi tanah untuk dibajak, tak ada lagi rumput untuk dibabat. Mesin-mesin meracuni tanah, menghisap semua yang tumbuh diatasnya. 

Tak ada lagi ziarah untukmu. Tak ada lagi kata-kata suci. Tak ada lagi ingatan tentangmu. Tak ada lagi tempat untukmu. Maka bernyanyilah sebab sedu sedan pun akan menghilang dihati kita. Bernyanyilah sebab tak lama lagi kita tak akan pernah bersedu sedan, sebab kita tak lagi tahu cara bersedu sedan. Sebab kenangan tentang kita juga akan mati. Maka bernyanyilah.

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates